Showing posts with label Tip kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Tip kesehatan. Show all posts

Tips Kesehatan : Minuman Anggur Bisa Mencegah Alzheimer

Posted by Diana Yusuf on Friday, April 30, 2010Wednesday, April 28, 2010

Meminum anggur secara tidak berlebihan akan mengurangi risiko hinggapnya penyakit alzheimer, yang salah satu gejalanya adalah kepikunan. Penyakit ini pada umumnya menyerang orang lanjut usia di atas 75 tahun. Demikian menurut studi yang dikeluarkan di Vienna, Senin (13/7), pada konferensi Asosiasi Alzheimer 2009 yang dihadiri sekitar 6.000 ilmuwan, dokter, dan ahli penyakit lainnya.

Sebaliknya, konsumsi anggur yang berlebihan dapat meningkatkan risiko alzheimer, sebagaimana ditemukan peneliti dari Universitas Wake Forest, North Carolina, AS. Kaycee Sink, salah seorang penulis laporan tersebut menyatakan telah meneliti 3.069 orang berusia 75 tahun ke atas.

Selama enam tahun, para responden diminta mencatat jumlah alkohol yang dikonsumsi. Responden yang membatasi diri hanya meminum satu atau dua gelas alkohol sehari ternyata mengalami risiko lebih rendah terserang alzheimer.

Mereka yang telah mengalami masalah ingatan dan meminum lebih dari dua gelas anggur per hari mendapatkan risiko dua kali terserang alzheimer jika dibandingkan dengan penderita yang tidak meminum anggur.

Sementara itu, sebuah studi lain yang dikeluarkan para peneliti di pusat kesehatan California bagi para veteran perang menemukan, mereka yang menderita stres pascatrauma akan menderita alzheimer dua kali lebih cepat dibandingkan dengan mantan tentara lain.

Penelitian itu mencakup 181.093 veteran berusia 55 tahun atau lebih. Mereka diawasi antara tahun 2001 dan 2007. Alzheimer disebabkan oleh hilangnya sel secara besar-besaran di beberapa lokasi di otak.

Bertambah

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), diperkirakan 37 juta orang di dunia menderita demensia yang disebabkan alzheimer. Dengan populasi yang menua, angka itu diperkirakan akan terus bertambah dengan cepat dalam dekade ke depan.

Penelitian di AS menyatakan, suplemen omega-3 tidak menghentikan penurunan memori pada penderita alzheimer. Penemuan dari penelitian selama 18 bulan yang didukung dana dari pemerintah menyatakan, usulan meminum suplemen docosahexaenoic acid (DHA) ataupun asam omega-3 tidak banyak membantu penderita alzheimer.
More aboutTips Kesehatan : Minuman Anggur Bisa Mencegah Alzheimer

Tips Kesehatan : Sikat Gigi Bisa Cegah Pikun

Posted by Diana Yusuf on Friday, April 30, 2010Wednesday, April 28, 2010

Banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut, salah satunya adalah menjaga agar ingatan tetap tajam. Demikian menurut studi terkini yang dipublikasikan dalam Journal of Neurology, Neurosurgery, and Pscychiatry.

Menurut para ahli, patogen penyebab gangguan gigi yang disebut Porphyromonas gingivalis dalam jumlah banyak di mulut, terutama pada orang lanjut usia bisa menyebabkan gangguan daya ingat. Patogen ini bisa disingkirkan bila kita rajin menyikat gigi dua kali sehari serta rutin memeriksakan gigi ke dokter.

Dr. James M.Noble dari Columbia College of Physician and Surgeon, New York, AS, mengatakan, orang dengan patogen Porhyromonas gingivalis cukup banyak diketahui mengalami gangguan dalam mengingat huruf atau angka dalam tes keterampilan daya ingat.

Dalam studinya, Noble dan timnya melakukan tes terhadap 2.300 pria dan wanita berusia 60 tahun atau lebih yang diperiksa kesehatan giginya dan mengikuti berbagai tes kemampuan daya ingat dalam National Health and Nutrition Examiniation Survey III yang dilakukan antara tahun 1991 dan 1994.

Secara umum, 5,7 persen lansia mengalami kesulitan dalam tes daya ingat dan 6,5 persen gagal dalam tes penjumlahan dan pengurangan. Para responden yang memiliki kadar patogen tertinggi (lebih dari 119 unit) diketahui yang paling banyak gagal dalam tes tersebut.

Sebelumnya, para ahli telah mengaitkan kondisi gigi dengan berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, dan Alzheimer. Penyakit gusi juga memengaruhi kemampuan otak dalam mengingat.
More aboutTips Kesehatan : Sikat Gigi Bisa Cegah Pikun

Tips Kesehatan : Radiasi Ponsel Bisa Cegah Kepikunan

Posted by Diana Yusuf on Friday, April 30, 2010Wednesday, April 28, 2010

Setelah sekian banyak penelitian tentang dampak buruk penggunaan ponsel bagi kesehatan, sebuah riset mengklaim menemukan potensi radiasi ponsel bagi pencegahan penyakit Alzheimer.

Meski temuan ini masih tahap awal dan terbatas pada tikus di laboratorium, tetapi setidaknya menumbuhkan harapan bahwa radiasi ponsel dapat dimanfaatkan untuk pencegahan penyakit

Dalam risetnya, para ahli di Florida AS menunjukkan bahwa radiasi ponsel mampu melindungi daya ingat tikus yang telah direkayasa mengidap Alzheimer. Para peneliti kini tengah mengembangkan risetnya untuk menemukan frekuensi yang tepat guna memeroleh hasil yang lebih baik.

Seperti dimuat Journal of Alzheimer's Disease, peneltian di Florida Alzheimer's Disease Research Centre itu menggunakan 96 ekor tikus yang direkayasa secara genetik mengalami penumpukan plak beta-amyloid dalam otaknya saat usia tua. Hadirnya plak ini merupakan penanda penyakit Alzheimer. Seluruh tikus ini sebelumnya dalam kondisi normal alias tak mengalami demensia.

Dalam kurun waktu 7 hingga 9 bulan, seluruh tikus terpapar gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh ponsel standar dua kali sehari selama satu jam. Sangkar mereka juga ditempatkan dengan jarak yang sama di sekitar antena pusat yang memancarkan sinyal telepon,

Pimpinan riset Professor Gary Arendash mengatakan jika radiasi mulai dipaparkan saat tikus Alzheimer memasuki usia muda sebelum tanda-tanda kerusakan memori muncul, kemampuan kognitif tikus-tikus ini terlindungi. Buktinya, tikus-tikus yang diprogram ini menunjukkan hasil yang baik saat menjalani tes memori dan berpikir, seperti halnya tikus normal. Jika tikus Alzheimer yang telah menunjukkan gangguan memori dipaparkan pada gelombang elektromagnetik, gangguan memori ini pun ternyata hilang.
More aboutTips Kesehatan : Radiasi Ponsel Bisa Cegah Kepikunan

Tips Kesehatan : Cegah Alzheimer dengan Melatih Otak Setiap Hari

Posted by Diana Yusuf on Friday, April 30, 2010Wednesday, April 28, 2010

"Otak itu seperti mesin mobil. Kalau tak dipanaskan, akan rusak,"

COBA Anda hafalkan kata-kata berikut, sepatu, gunting, kertas. Hafal? Setelah itu, cobalah Anda mengurangi angka 70 dengan 8. Selanjutnya, kurangkan hasil perhitungan itu dengan 8. Lakukan hingga sembilan kali tanpa bantuan mesin penghitung!

Anda masih mengingatnya? Cobalah fokus berhitung sambil mengingat tiga kata yang Anda hafalkan tadi. Setelah selesai berhitung, sebutkan kembali kata itu sesuai urutan. Masihkah Anda bisa mengingatnya?

Ya, itu adalah serangkaian tes Mini Menthal State Eksamination (MMSE). Tes ini untuk mengetahui gangguan memori seseorang yang mengeluh menderita gejala alzheimer. Di Rumah Sakit Jiwa Grogol, satu kali tes akan dikenakan biaya sampai Rp 85.000.

Jika diperlukan, ada tes yang lebih canggih, yakni neuroimaging. Alat seperti CT scan dan magnetic resonance imaging akan membantu menguraikan bagaimana struktur otak manusia bekerja. "Kalau pasien menderita alzheimer akan terlihat otaknya mengalami penyusutan sekitar 100 gram," kata Steve Rahardja, neurologis dari Rumah Sakit Siloam.

Neurolog RSCM Gayatri menyarankan agar penderita melakukan rangkaian tes MMSE untuk mengetahui kemampuan kognitifnya. Tes MMSE sangat beragam, mulai tes atensi, bahasa, tes fungsi kognisia, hingga tes eksekutif. Jika hasil tes menunjukkan seseorang positif menderita, jangan lantas langsung berpikiran paranoid, tutur Gayatri.

Sebab, alzheimer bisa diperlambat dengan melatih otak tiap hari dengan cara sangat sederhana, misalkan dengan mengisi TTS, bermain catur, atau membaca buku.

Namun, jika alzheimer yang diderita pasien sudah terlanjur pada tahapan sedang, atau berat, bahkan sudah mengalami gangguan fungsi kognitif, perlu ada terapi tambahan. Psikiater Gerard Simon dari RS Jiwa Grogol menyarankan, pasien juga menggunaakan obat untuk mencegah penyusuan fungsi otak. "Otak itu seperti mesin mobil. Kalau tak dipanaskan, akan rusak," ujarnya.

Kata Gerard, pengidap Alzheimer sebaiknya rutin menenggak obat sejenis asetilkolinesterase untuk menambah asetilkolin atau zat yang memperbesar daya ingat. Obat lain adalah galantamine. Ini adalah ekstrak bunga daffodil dan galanthus nivalis yang dipercaya mampu meningkatkan jumlah asetilkolin dalam otak.

Dalam pengobaran alzheimer, galantamine berbentuk tablet ini dipercaya bisa mempertahankan memori dan kemampuan berpikir serta menunda munculnya gejala perilaku seperti marah, curiga, dan takut berlebihan pada penderita alzheimer.

Namun, jika pasien sudah mengalami penurunan fungsi kognitif lebih dari 30 persen, pasien harus mendapatkan perawatan khusus. "Fungsi kognitif mereka semakin lama akan semakin buruk. Seperti bayi dalam orang dewasa," ungkap Gerard.
More aboutTips Kesehatan : Cegah Alzheimer dengan Melatih Otak Setiap Hari

Tips Kesehatan : Kanker Hati Bisa Dicegah Dengan Terapi Dini Hepatitis

Posted by Diana Yusuf on Friday, April 30, 2010Wednesday, April 28, 2010

Terapi hepatitis C kronis sejak dini dapat mencegah perkembangan ke arah pengerasan hati (sirosis) dan kanker hati (hepatoseluler karsinoma).

"Infeksi hepatitis C bisa diobati dan sebagian besar dapat disembuhkan. Hasil penelitian selama 10 tahun menunjukkan pengobatan dini dapat mencegah sirosis serta menurunkan resiko kanker hati dan kematian. Biaya perawatan juga jadi bisa ditekan," kata Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) Dr. Unggul Budihusodo, SpPD, KGEH.

Menurut dia, terapi hepatitis C terutama ditujukan untuk melenyapkan virus, menghentikan perkembangan penyakit dan menghilangkan gejala penyakit yang antara lain ditandai dengan perut buncit, kaki bengkak dan tubuh menguning.

Standar emas terapi hepatitis C saat ini, kata dia, adalah pengobatan dengan kombinasi pegylated interferon alfa dan ribavirin dengan lama terapi tergantung pada genotipe HCV.

"Keberhasilan terapi dipengaruhi faktor genotipe virus, jumlah virus, usia penderita, kondisi penyakit, saat memulai terapi dan kepatuhan pasien selama terapi," katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, radang hati kronis akibat infeksi virus hepatitis C (HCV) tidak menunjukkan gejala awal yang bisa dikenali sehingga sekitar 90% orang yang mengidap hepatitis C tidak sadar dirinya terinfeksi.

"Sekitar 80-90% kasus menunjukkan gejala dan tanda yang minimal. Gejala baru terlihat ketika komplikasi sudah terjadi pada tahap lanjut, saat sudah parah," katanya.

Perkembangan penyakit hati dari infeksi awal HCV hingga menjadi kanker hati, menurut dia, juga cukup lama yakni antara 20 tahun hingga 30 tahun.

Oleh karena itu, lanjut dia, harus dilakukan pemindaian pada kelompok yang berisiko tinggi terinfeksi hepatitis C untuk menemukan sedini mungkin kasus infeksi hepatitis C dan menanganinya segera.

Pemerintah bersama pemangku kepentingan terkait harus memastikan sistem surveilans penyakit berjalan efektif untuk meningkatkan temuan kasus infeksi yang menular lewat kontak dengan darah dan cairan tubuh terinfeksi antara lain melalui transfusi darah, hubungan seks tidak aman, tato, tindik dan injeksi dengan jarum suntik itu.

Diagnosis infeksi hepatitis C, menurut Unggul, dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan virus hepatitis C dalam darah dengan pemindaian anti-HCV dan HCV RNA kuantitatif.
More aboutTips Kesehatan : Kanker Hati Bisa Dicegah Dengan Terapi Dini Hepatitis

Tips Kesehatan : Obesitas Picu Terjadinya Kanker

Posted by Diana Yusuf on Friday, April 30, 2010Wednesday, April 28, 2010

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) memperkirakan 30% kasus penyakit kanker berhubungan dengan berat badan berlebih, obesitas dan kurangnya aktivitas fisik.

"Faktor obesitas dan kekurangan aktivitas fisik menyumbang 30% risiko terjadinya kanker," kata Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Departemen Kesehatan Yusharmen di Jakarta.

Kanker, yang ditandai dengan pertumbuhan sel secara tidak terkendali, merupakan penyebab kematian nomor dua di dunia setelah penyakit kardiovaskuler dan menurut data WHO sebanyak 10 juta kasus kanker baru muncul setiap tahun.

Penyebab penyakit tersebut hingga kini belum diketahui secara pasti namun kejadiannya dipengaruhi sejumlah faktor risiko termasuk kebiasaan merokok, diet yang tidak sehat, dan obesitas.

Di Indonesia, obesitas sudah mulai menjadi ancaman kesehatan. Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2007, prevalensi obesitas dan berat badan lebih pada anak usia di atas 15 tahun sebesar 18,4%.

Sementara prevalensi tumor dalam masyarakat, menurut hasil riset yang sama, sebesar 4,3 per 1.000 penduduk.

Lebih lanjut Yusharmen menjelaskan, karena kanker merupakan penyakit yang dipicu oleh perilaku dan gaya hidup yang tidak sehat maka upaya pemerintah untuk mengendalikan penyakit tersebut juga lebih ditujukan pada upaya pembudayaan perilaku hidup sehat.

Departemen Kesehatan, lanjut dia, melakukan upaya itu melalui kampanye peningkatan aktivitas fisik dan diet seimbang yang sehat kepada masyarakat.

"Saat ini kami sedang fokus kampanye ke anak-anak sekolah melalui Unit Kesehatan Sekolah dan `dokter kecil`. Tapi ini baru dilakukan di perkotaan yang kasusnya sudah banyak. Selanjutnya ini akan direplikasi ke tempat lain," demikian Yusharmen.
More aboutTips Kesehatan : Obesitas Picu Terjadinya Kanker

Tips Kesehatan : Obat Tradisional Hanya Anti Oksidan, Tidak Mengobati

Posted by Diana Yusuf on Friday, April 30, 2010Wednesday, April 28, 2010

Peneliti dari ikatan ahli farmakologi Indonesia (IKAFI) Sumsel, Prof Kamaluddin mengatakan, obat-obat tradisional yang berasal dari tumbuhan dan buah-buahan hanya mengandung anti oksidan tetapi tidak bersifat mengobati.

Sehingga kalau ingin menyembuhkan penyakit penderita mesti mengonsumsi obat-obatan yang telah diproduksi pabrikan, katanya.

Menurut dia, sejumlah buah dan tumbuhan yang sering dijadikan obat masyarakat, seperti buah mengkudu dan jenis tanaman perdu yang sering dikonsumsi untuk mengobati berbagai penyakit telah mereka teliti.

Hasil penelitian membuktikan kalau obat tradisional tersebut yang diolah dengan cara merebus hanya bersifat anti oksidan, tetapi jika diproses dengan cara diekstrak akan menghasilkan zat kimia.

Dan zat tersebut yang diolah menjadi obat-obat kimia hanya bisa diproduksi secara pabrikan, katanya.

Dia menjelaskan, pada prinsipnya obat produksi pabrikan pun berasal atau meniru zat kimia yang dihasilkan tumbuhan setelah melalui proses ekstrak dan menghasilkan khasiat yang dapat menyembuhkan, ujarnya.

Namun Kamaluddin menambahkan, sebelum diekstrak buah-buahan tersebut tidak mengandung obat, hanya bersifat anti oksidan. Karena hanya proses ekstrak itu yang menghasilkan zat kimia yang berkhasiat sebagai obat penyembuh penyakit, tambah dia.
More aboutTips Kesehatan : Obat Tradisional Hanya Anti Oksidan, Tidak Mengobati

Tips Kesehatan : Kenari Kurangi Resiko Kanker Payudara

Posted by Diana Yusuf on Friday, April 30, 2010Wednesday, April 28, 2010

Memakan kenari diduga memberi tubuh asam lemak esensial omega-3, anti-oksidan, dan phytosterol, zat yang mengurangi resiko kanker payudara, demikian hasil satu studi yang disajikan pada Pertemuan Tahunan Ke-100 2009 Asosiasi untuk Riset Kanker Amerika.

Phytosterol (yang juga disebut plant sterol) merupakan sekelompok alkohol steroid, phytochemical alamiah yang terdapat pada tanaman.

Phytosterol berbentuk bubuk putih dengan aroma khas yang tak menyengat tidak larut di dalam air dan larut di dalam alkohol. Zat tersebut memiliki banyak manfaat, misalnya sebagai bahan tambahan makanan guna menurunkan kadar kolesterol, serta pada obat dan kosmetika.

Elaine Hardman, pembantu profesor di bidang obat di "Marshall University School of Medicine", mengatakan, meskipun studinya dilakukan pada hewan laboratorium dan bukan manusia, orang mesti memperhatikan saran agar makan lebih banyak kenari.

"Kenari lebih baik daripada kue, buah segar, atau keripik kentang ketika anda memerlukan kudapan," kata Hardman.

Hardman dan rekannya mengkaji tikus yang diberi makan makanan yang mereka perkirakan sama dengan porsi manusia, dua ons kenari per hari. Satu kelompok terpisah tikus diberi makanan yang dipantau.

Pemeriksaan standar memperlihatkan konsumsi kenari secara mencolok menurunkan peristiwa tumor payudara, jumlah kelenjar tumor dan ukuran tumor.

"Tikus laboratorium ini secara khusus memiliki 100% peristiwa tumor dalam lima bulan; konsumsi kenari menghambat perkembangan tumor itu sampai setidaknya tiga pekan," kata Hardman.

Analisis molekuler memperlihatkan, peningkatan konsumsi asam lemak omega-3 memberi sumbangan pada penurunan peristiwa tumor, tapi beberapa bagian lain kenari juga memberi sumbangan.

"Dengan campur-tangan makanan, anda menyaksikan banyak mekanisme ketika berurusan dengan seluruh makanan," kata Hardman. "Jelas bahwa kenari memberi sumbangan bagi makanan sehat sehingga dapat mengurangi kanker payudara."
More aboutTips Kesehatan : Kenari Kurangi Resiko Kanker Payudara

Tips Kesehatan : Kurang Gizi Turunkan IQ

Posted by Diana Yusuf on Friday, April 30, 2010Wednesday, April 28, 2010

Kekurangan gizi anak pada masa kehamilan ibu dan usia dini anak selain menyebabkan keterlambatan dalam pertumbuhan fisik dan perkembangan motorik, juga akan mengganggu perkembangan kognitif yang menyebabkan berkurangnya IQ (intelligence quotient) hingga 15 poin.

Menurut Pakar Gizi Prof dr Fasli Jalal PhD, hal itu berarti Indonesia berpotensi kehilangan poin IQ mencapai 17-22 juta poin akibat adanya 1,7 juta anak balita menderita gizi buruk pada 2005.

"Iodium adalah zat gizi mikro yang paling penting dalam mencegah gangguan otak yang dapat menimbulkan menurunnya kemampuan intelektual, melambatnya psikomotor dan menyebabkan keterbelakangan mental," katanya.

Fasli menyebutkan dalam makalahnya, kebutuhan gizi dibagi atas dua bagian yaitu kebutuhan zat-zat gizi makro seperti energi, protein dan lemak dan kebutuhan zat gizi mikro yakni vitamin dan mineral.

Zat gizi makro berfungsi pada proses metabolisme otak dan peningkatan efisiensi proses rangsangan otak, sehingga kekurangan gizi makro menyebabkan terganggunya asupan makanan ke otak dan terganggunya proses metabolisme otak, ujarnya.

Kekurangan asupan protein-energi pada ibu hamil muda di bawah 24 minggu akan menyebabkan jumlah sel-sel otak anaknya berkurang dan kekurangan asupan ini pada akhir kehamilan menyebabkan ukuran sel syaraf anaknya menjadi kecil.

"Kekurangan asupan protein-energi yang berat pada ibu hamil dapat menurunkan berat otak anak sampai 25%," katanya mengutip pakar gizi lainnya.

Energi, ujarnya sangat dibutuhkan otak. Selain untuk membantu proses pertumbuhan dan perkembangan otak, energi diperlukan untuk metabolisme sel-sel syaraf. Demikian juga lemak yang sangat dibutuhkan dalam perkembangan otak di mana lebih dari 60% berat otak adalah lemak.

Sedangkan zat gizi mikro seperti iodium, asam folat, zat besi, seng, tembaga, vitamin, dan cholin, diperlukan dalam pertumbuhan otak.

Asam folat berfungsi untuk pembentukan tabung syaraf, zat besi untuk pembentukan mielin, monoamin dan mendukung metabolisme energi di sel syaraf dan sel glia, seng diperlukan untuk pembentukan DNA, tembaga untuk metabolisme energi sel syaraf dan sel glia, dan cholin untuk membentuk neurotransmitter, metilasi DNA dan pembentukan mielin, urainya.

Sedangkan Vitamin D berperan pada kemampuan daya ingat, kontrol motorik dan keseimbangan emosi, vitamin A untuk pembentukan struktur sel syaraf, vitamin E berfungsi dalam proteksi dari membran sel-sel syaraf, vitamin B6 dan B12 untuk pembentukan neurotransmitter, vitamin C berfungsi sebagai antioksidan dan vitamin B1 memproduksi energi.
More aboutTips Kesehatan : Kurang Gizi Turunkan IQ

Tips Kesehatan : Sel Punca Jadi Alternatif Terapi HIV/AIDS

Posted by Diana Yusuf on Friday, April 30, 2010Wednesday, April 28, 2010

Pengobatan dengan menggunakan metoda Sel Punca atau Stem Cell dapat menjadi alternatif pengembangan terapi untuk penderita atau pengidap HIV/AIDS di masa yang akan datang sehingga harapan hidup dapat bertambah.
Hal tersebut disampaikan oleh dr. Suharto SpKO dalam diskusi media tentang pengobatan Sel Punca untuk menanggulangi HIV/AIDS.
Menurut dokter yang telah melakukan beberapa kali pengobatan sel Punca untuk sejumlah penyakit tersebut, HIV/AIDS menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh menjadi rentan terhadap gangguan virus atau penyakit.
"Dengan sel punca maka sel-sel yang mengalami degradasi akan tergantikan sehingga kekebalan tubuh pengidap akan berangsur pulih. Namun satu hal yang harus diingat adalah keberadaan virus HIV tetap akan ada," katanya.
Oleh karena itu, Suharto mengatakan usai menjalani pengobatan sel punca, maka pengidap HIV akan diperiksa ulang dalam jangka waktu tertentu untuk memastikan kekebalan tubuhnya kembali meningkat. Setelah itu juga dilakukan pemantauan sejauh mana kekebalan tubuh itu akan bertahan.
"Saat akan melakukan pengobatan sel punca, pengidap HIV harus meminimalisasikan kandungan obat anti retroviral (ARV), karena bila kandungannya masih tinggi akan menyebabkan sel pengganti gagal berkembang," ungkapnya.
Ia menceritakan dalam sebuah penelitian yang didanai oleh WHO terkait pengobatan sel punca bagi pengidap HIV/AIDS di kawasan Afrika baru-baru ini, ditemukan sebuah hasil yang cukup membuat harapan pengobatan model tersebut bisa membantu pengidap HIV/AIDS.
"Dalam penelitian itu dipilih lima pengidap HIV/AIDS yang sudah mencapai tahap terminal (akut-red), setelah dilakukan pengobatan sel punca kelima pengidap itu dapat kembali hidup normal, namun tetap dengan virus HIV," paparnya.
Percobaan dilakukan kepada lima pasien HIV menunjukkan peningkatan dalam kondisi pasien, di mana sel-sel punca dapat tumbuh dan menghasilkan sel darah putih baru untuk melawan HIV.
Walaupun masih perlu diuji coba lebih lanjut, para ilmuwan berharap nanti akan ditemukan satu metode transplantasi sel yang dapat melindungi kehidupan orang dengan HIV/AIDS.
Sel punca diambil dari tubuh pasien dan disuntikkan kembali agar dapat mengganti atau memulihkan sel jantung, hati, ginjal atau pankreas yang rusak agar menjadi lebih baik. Sel tersebut dapat mengubah dirinya menjadi bentuk sel matang.
Pengambilan sel punca dapat dilakukan dari tubuh pasien sendiri (auto transplan), dari manusia lain (alo transplan) dan dari mamalia lain (Xenotransplan) untuk kemudian diperbanyak dan disuntikkan ke tubuh manusia.
Sel punca adalah jenis sel manusia atau mamalia yang masih memiliki kemampuan untuk membelah diri yang berguna untuk memelihara fungsi jaringan di tubuh seperti otot jantung, jaringan hati, sel ginjal bahkan sel-sel otak.
dr.Suharto mengatakan saat ini di seluruh dunia, 97% pengobatan sel punca menggunakan metode Xenotransplan.
"Sel punca ini bukan obat dewa, ia hanya menyembuhkan penyakit yang berkaitan dengan masalah pembaruan sel. Kelemahan lainnya adalah untuk saat ini metode sel punca biayanya masih tergolong mahal," ungkapnya.
Saat ini di Indonesia melalui beberapa rumah sakit sudah bisa dilakukan pengobatan sel punca. Namun rata-rata harganya masih mahal dan menggunakan kurs mata uang asing untuk pembayarannya.
"Untuk dewasa berkisar antara 17.500 euro dan untuk anak-anak 7.500 euro," kata Suharto.
More aboutTips Kesehatan : Sel Punca Jadi Alternatif Terapi HIV/AIDS

Tips Kesehatan : Semua Pasien Asma Belum Tertangani

Posted by Diana Yusuf on Friday, April 30, 2010Wednesday, April 28, 2010

Meski kontrol asma merupakan cara efektif untuk meningkatkan kualitas hidup penderita namun kenyataannya hampir seluruh pasien asma kondisinya belum terkontrol atau tertangani secara baik dan benar. "Kurang dari lima pasien asma dengan asma terkontrol atau dapat dikatakan hampir seluruh pasien belum terkontrol," kata Ketua Umum Dewan Asma Indonesia (DAI) Prof. Faisal Yunus, PhD. Hal itu, menurut dia, antara lain terjadi karena tingkat pengetahuan masyarakat tentang pengontrolan asma masih rendah dan belum banyak dokter di tingkat pelayanan primer yang belum menguasai penanganan asma standar.

"Konsep penanganan asma masih berorientasi pada pengobatan gejala atau serangan asma, bukan pada pencegahan agar serangan tersebut dapat ditekan bahkan dihilangkan atau yang didefinisikan sebagai kontrol asma," jelasnya. Penanganan pasien asma jangka panjang pun belum banyak diterapkan padahal, menurut dia, pengobatan asma harus dilakukan jangka panjang agar penderita asma dapat menjalani hidup secara normal. Ia mengatakan, kondisi yang demikian menyebabkan angka kematian akibat penyakit yang hingga kini belum bisa disembuhkan itu semakin tinggi.

Oleh karena itu, ia melanjutkan, DAI mengadakan pelatihan asma untuk paramedis agar para perawat bisa membantu dokter memberikan informasi secara awam kepada pasien asma. DAI, kata dia, juga sedang menyusun buku pedoman penanganan asma sederhana sesuai karakteristik asma di Indonesia dengan mengacu pada rekomendasi penata laksanaan asma Global Initiative for Asthma (GINA). Lebih lanjut dijelaskan pula bahwa asma seorang penderita dikatakan terkontrol jika yang bersangkutan tidak mengalami gejala pada siang dan malam hari, aktivitasnya tidak terhambat karena asma, fungsi parunya normal, tidak menggunakan pelega dan tidak lagi berkunjung ke Unit Gawat Darurat karena serangan asma. Penyakit ini bisa dikontrol dengan penanganan dan pengobatan secara baik dan benar. Menurut beberapa penelitian terakhir, terapi kombinasi obat bronkodilator/pelega jangka panjang dan obat pengontrol dalam satu kemasan inhalasi memberikan hasil perbaikan gejala asma dibandingkan obat pengontrol tunggal dosis tinggi.

Cara pengobatan ini terbukti memberi keuntungan perbaikan faal paru dan penurunan gejala asma yang mengurangi kedaruratan asma. Namun harga obat pengontrol atau inhalasi tersebut cukup mahal.

Tentang Asma
Asma didefinisikan sebagai penyempitan saluran pernapasan yang bervariasi dan terjadinya proses peradangan pada saluran pernapasan.
Pada penderita asma, udara yang masuk melalui pernapasan sulit masuk ke dalam bronkus karena jalan napas tersebut menyempit akibat kontraksi otot-otot polos saluran napas, membengkaknya permukaan membran, dan produksi lendir yang berlebihan atau campuran ketiga hal tersebut.
Akibatnya, penderita menjadi susah bernafas, dan kalaupun bernafas akan menimbulkan suara karena udara dipaksa keluar melalui saluran bronkus yang sempit tersebut.
Penyebab penyakit ini belum diketahui secara pasti namun beberapa faktor diketahui menjadi pencetus timbulnya penyakit tersebut termasuk di antaranya makanan (seperti susu, telur, dan ikan), obat-obatan (seperti aspirin dan penicilin), debu industri, uap, asap, perubahan cuaca, polusi udara, kegiatan fisik, emosi, kelelahan, dan infeksi (terutama pilek, bronkitis, dan tonsilitis).
Angka kejadian penyakit asma di Indonesia diperkirakan 5% dari seluruh populasi atau sekitar 12,5 juta jiwa. Penyakit ini termasuk dalam sepuluh besar penyebab kesakitan dan kematian di Indonesia.
More aboutTips Kesehatan : Semua Pasien Asma Belum Tertangani

Tips Kesehatan : Kanker Leher Rahim Pembunuh Perempuan

Posted by Diana Yusuf on Friday, April 30, 2010Wednesday, April 28, 2010

Penyakit kanker serviks (leher rahim) merupakan pembunuh perempuan nomor satu di Indonesia dengan jumlah kasus baru sebanyak 40 hingga 45 orang per hari dan kematian 20 hingga 25 nyawa manusia. "Berdasarkan data yang kami peroleh dari berbagai sumber bahwa setiap dua menit seorang perempuan di dunia meninggal akibat kanker serviks," kata dr Erik Kasmara SpOG. Menurut dia, kanker serviks di Indonesia termasuk kanker terbanyak mencapai 34,4% menyerang wanita. Sedangkan kanker tersebut hampir 70% datang dalam keadaan stadium lanjut dengan laju ketahanan hidup yang rendah.

Dia menyebutkan bahwa di Jakarta dan sekitarnya, seorang perempuan meninggal sebanyak satu hingga dua orang setiap hari karena mengidap kanker serviks. Kanker serviks di Indonesia mencapai sebanyak 15.000 kasus baru dengan 8.000 kematian, kata dosen Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan (UPH), Karawaci, Tangerang itu. Walau begitu, dampak terhadap penderita kanker serviks yakni pada puncak usia reproduktif 30 hingga 50 tahun dan adanya gangguan terhadap kualitas hidup terutama menyangkut psikis, fisik, dan kesehatan seksual.

Demikian pula dampaknya bagi penderita kanker itu terhadap ekonomi keluarga dan sosial serta berpengaruh pada perawatan tubuh, pendidikan anak dan suasana kehidupan keluarga. Menurut mantan dokter jaga di RSU Tangerang, Banten itu bahwa upaya pencegahan bagi penderita kanker serviks berupa primer dengan cara promosi, edukasi dan vaksinasi, serta pencegahan sekunder berupa screening atau deteksi dini. Bahkan pencegahan lain yakni tersier dengan cara pap smear (pemeriksaan vagina) menggunakan peralatan di berbagai rumah sakit di Jakarta dan sekitarnya. Dia menambahkan perempuan usia di atas 30 tahun sebaiknya melakukan pemeriksaan minim
More aboutTips Kesehatan : Kanker Leher Rahim Pembunuh Perempuan

Tips Kesehatan : Penyebab Utama Keroposnya Gigi Anak adalah Sukrosa

Posted by Diana Yusuf on Friday, April 30, 2010Wednesday, April 28, 2010


Makanan yang mengandung sukrosa atau gula tebu merupakan penyebab utama gigi anak mudah keropos maka dianjurkan untuk selalu menjaga kebersihan gigi dari sisa-sisa makanan. Asisten Manajer Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Indonesia, Drg. Peter Andreas, M.Kes mengatakan kandungan sukrosa mudah menjadi asam sebagai tempat pertumbuhan kuman.

Menurut dia, agar gigi anak tetap sehat dan tidak mudah keropos minimal melakukan gosok gigi dua kali sehari, yakni setelah sarapan pagi dan menjelang tidur. Peter berharap, jangan sampai anak balita minum susu botol sambil tidur, karena mulut akan menjadi asam dan sebagai sarang kuman yang menyebabkan gigi mudah keropos. Boleh saja anak makan permen tetapi kebersihan gigi tetap harus dijaga. Sebagai pengganti sukrosa pada permen atau makanan lain, katanya, dapat diberikan pemanis alami pengganti gula tebu yang biasa terdapat pada sayuran dan buah.

Ia mengatakan, merawat kesehatan mulut gigi, dan gusi sejak usia dini sangat penting. Mulut merupakan salah satu sumber awal masuknya bakteri dan kuman yang dapat mengganggu kesehatan seluruh tubuh. "Untuk menjaga kesehatan seluruh tubuh, harus diawali dengan menjaga kesehatan mulut, termasuk di dalamnya gigi dan gusi," katanya.

Selama ini, katanya, masyarakat kurang memperhatikan kesehatan gigi susu anak, karena beranggapan nanti akan berganti gigi. Menurut dia, merawat gigi susu sangat penting karena jika gigi susu rusak maka akan mengganggu aktivitas anak.
More aboutTips Kesehatan : Penyebab Utama Keroposnya Gigi Anak adalah Sukrosa