Tips Kesehatan : Cegah Alzheimer dengan Melatih Otak Setiap Hari

Posted by Diana Yusuf on Friday, April 30, 2010

"Otak itu seperti mesin mobil. Kalau tak dipanaskan, akan rusak,"

COBA Anda hafalkan kata-kata berikut, sepatu, gunting, kertas. Hafal? Setelah itu, cobalah Anda mengurangi angka 70 dengan 8. Selanjutnya, kurangkan hasil perhitungan itu dengan 8. Lakukan hingga sembilan kali tanpa bantuan mesin penghitung!

Anda masih mengingatnya? Cobalah fokus berhitung sambil mengingat tiga kata yang Anda hafalkan tadi. Setelah selesai berhitung, sebutkan kembali kata itu sesuai urutan. Masihkah Anda bisa mengingatnya?

Ya, itu adalah serangkaian tes Mini Menthal State Eksamination (MMSE). Tes ini untuk mengetahui gangguan memori seseorang yang mengeluh menderita gejala alzheimer. Di Rumah Sakit Jiwa Grogol, satu kali tes akan dikenakan biaya sampai Rp 85.000.

Jika diperlukan, ada tes yang lebih canggih, yakni neuroimaging. Alat seperti CT scan dan magnetic resonance imaging akan membantu menguraikan bagaimana struktur otak manusia bekerja. "Kalau pasien menderita alzheimer akan terlihat otaknya mengalami penyusutan sekitar 100 gram," kata Steve Rahardja, neurologis dari Rumah Sakit Siloam.

Neurolog RSCM Gayatri menyarankan agar penderita melakukan rangkaian tes MMSE untuk mengetahui kemampuan kognitifnya. Tes MMSE sangat beragam, mulai tes atensi, bahasa, tes fungsi kognisia, hingga tes eksekutif. Jika hasil tes menunjukkan seseorang positif menderita, jangan lantas langsung berpikiran paranoid, tutur Gayatri.

Sebab, alzheimer bisa diperlambat dengan melatih otak tiap hari dengan cara sangat sederhana, misalkan dengan mengisi TTS, bermain catur, atau membaca buku.

Namun, jika alzheimer yang diderita pasien sudah terlanjur pada tahapan sedang, atau berat, bahkan sudah mengalami gangguan fungsi kognitif, perlu ada terapi tambahan. Psikiater Gerard Simon dari RS Jiwa Grogol menyarankan, pasien juga menggunaakan obat untuk mencegah penyusuan fungsi otak. "Otak itu seperti mesin mobil. Kalau tak dipanaskan, akan rusak," ujarnya.

Kata Gerard, pengidap Alzheimer sebaiknya rutin menenggak obat sejenis asetilkolinesterase untuk menambah asetilkolin atau zat yang memperbesar daya ingat. Obat lain adalah galantamine. Ini adalah ekstrak bunga daffodil dan galanthus nivalis yang dipercaya mampu meningkatkan jumlah asetilkolin dalam otak.

Dalam pengobaran alzheimer, galantamine berbentuk tablet ini dipercaya bisa mempertahankan memori dan kemampuan berpikir serta menunda munculnya gejala perilaku seperti marah, curiga, dan takut berlebihan pada penderita alzheimer.

Namun, jika pasien sudah mengalami penurunan fungsi kognitif lebih dari 30 persen, pasien harus mendapatkan perawatan khusus. "Fungsi kognitif mereka semakin lama akan semakin buruk. Seperti bayi dalam orang dewasa," ungkap Gerard.